You Are Reading

1

Rangkuman: Filosofi Kopi, Rectoverso dan Perahu Kertasku

Luna Azzura Rabu, 03 Agustus 2011


Nasi bisa dibeli dengan uang, tapi rasa percaya? Uang di seluruh dunia juga tidak akan cukup untuk membelinya. Tak ada rasa percaya, tak ada kebanggaan. Yang paling menyakitkan adalah aku harus menghukum diriku sendiri atas kesalahan yang bukan menjadi tanggung jawabku. Rasanya hampa. Tapi, aku tidak mengerti. Bagaimana hampa bisa terasa sangat menyakitkan? Hampa harusnya berarti tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa seharusnya tidak ada masalah. Termasuk rasa sakit. Seperti dihujam kapak raksasa yang membelah tubuh menjadi dua bagian. Perih. Dan aku tidak punya kekuatan sedikitpun untuk melawannya. Akankah aku menjadi lebih baik bila berhasil membuktikan pada diriku, pada dia, pada mereka, pada dunia, kalau aku akan baik-baik saja?
Banyak hal yang tidak bisa dipaksakan, tapi layak diberi kesempatan. Menyamakan kedudukan bumi dan langit. Menyetarakan kopi manis dengan air gula. Namun, sesempurna apa pun kopi yang aku buat, kopi tetap kopi, aku tidak bisa menyamakannya dengan air tebu. Punya sisi pahit yang tak mungkin disembunyikan, membuatnya melangkah mundur dan berpikir. Aku tidak ingin membiarkannya pergi, tapi aku juga tidak bisa memaksa dia untuk tinggal. Aku hanya memberinya pilihan, silakan jika ingin tinggal atau malah pergi. Jika dia memilih pergi, semoga dia tak pernah menoleh lagi. Hidupku, hidupnya, pasti akan lebih mudah.
Ada bagian dari diriku yang merasa paling bertanggung jawab atas semua yang sudah dibayarkan bersama demi mengalami perjalanan hati. Aku membiarkan sejarah membentenginya dengan tembok tebal yang tak bisa lagi ditembus. Atau mungkin, ketika sebuah keajaiban mampu menguak kekeruhan ini, jadilah semacam mercusuar, kompas, Bintang Utara atau Bintang Selatan... yang akhirnya menunjukkan jalan pulang bagi hatimu untuk, akhirnya menemuiku lagi.
Aliran ini memecah. Indah. Meski aku berbalik pergi. Dan tak kembali. Akhirnya, semoga pesan ini sampai meskipun tanpa perahu.

1 komentar:

Badiuzzaman mengatakan...

restoverso VS Perahu kertas

Poskan Komentar

Harus bin wajib isi komentar.. oke.. hehe

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
Copyright 2010 FIKSI