Tampilkan postingan dengan label ratih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ratih. Tampilkan semua postingan
0

I'll Keep Smiling

miezfy Kamis, 13 Januari 2011 ,


So much has elapsed

and they do not know
the tears that had come out behind a smile
unrest behind the excitement
anxiety behind happiness
heartfelt remorse, beyond pride


1

BUKU MERAH JAMBU UNTUK SEBUAH KISAH

miezfy Selasa, 04 Januari 2011 , ,

Gadis manis yang tinggi itu kini tengah berjalan di antara kawan-kawan sepermainannya. Ya, baru satu semester ini mereka dipertemukan di bangku sekolah bernama SMA. SMA kelas satu, menurut kabar adalah masa-masa ketika kita baru bertemu dengan sahabat seperjuangan. Dan konon katanya, karena terlalu sering terlihat bersama, Sakinah dan ketiga kawannya lebih akrab dengan sebutan  Four Fairy.  Bagus bukan? Ah..terlalu bagus untuk keempat remaja yang terlalu banyak berbicara itu.
     
3

Sebuah Kado Bernama "DOA"



Dua tahun yang lalu, saya mengirimkannya sebagai salah satu hadiah ulang tahun untuk seorang sahabat.


Sebuah Kado Bernama “DOA”

Bulan itu kembali bertanya……

“Ya Tuhan…kenapa aku tercipta sendiri di langit ini. Kosong……hampa….gelap…tak ada teman. Hanya ada bebatu angkasa yang hilir mudik di tata surya ini.

Ya Tuhan…..aku hanya satu2nya satelit untuk bumi ini…..
Kenapa aku tidak seperti satelit milik Saturnus…atau Uranus…mereka yang berputar mengelilingi planet ini tidak sendirian…..”

1

Tunjuk Satu Bintang

miezfy , ,


Malam malam berjalan seperti biasa. Sudah tiga tahun lamanya sejak kulangkahkan kakiku di kota ini, kota yang tidak jauh dari tempat kelahiranku yang metropolis, kota yang selalu penuh dengan limpahan air hujan. Meski panas di siang hari tak berbeda jauh dengan teriknya kota Jakarta, tapi ketika malam tiba suasana pedalaman desa mulai terasa. Seperti malam ini dan malam-malam yang biasa kulewati, aku merasa begitu dingin dan jaket ungu kesayanganku seperti biasa menemani malam-malamku yang sunyi. Tapi ada
3

IBU DALAM DOA

miezfy Selasa, 21 Desember 2010 , ,



Dalam sebuah keheningan malam
Ia meringkuh untuk  rindu yang tak pernah sirna
Tangannya terkatup pada perenungan yang dalam
Tak peduli dingin semakin menusuk bersama kelam
Dan tak pernah ada keluhan di matanya

 
Copyright 2010 FIKSI