Tampilkan postingan dengan label ratih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ratih. Tampilkan semua postingan
1
BUKU MERAH JAMBU UNTUK SEBUAH KISAH
Gadis manis yang tinggi itu kini tengah berjalan di antara kawan-kawan sepermainannya. Ya, baru satu semester ini mereka dipertemukan di bangku sekolah bernama SMA. SMA kelas satu, menurut kabar adalah masa-masa ketika kita baru bertemu dengan sahabat seperjuangan. Dan konon katanya, karena terlalu sering terlihat bersama, Sakinah dan ketiga kawannya lebih akrab dengan sebutan Four Fairy. Bagus bukan? Ah..terlalu bagus untuk keempat remaja yang terlalu banyak berbicara itu.
3
Dua tahun yang lalu, saya mengirimkannya sebagai salah satu hadiah ulang tahun untuk seorang sahabat.
Sebuah Kado Bernama "DOA"
Dua tahun yang lalu, saya mengirimkannya sebagai salah satu hadiah ulang tahun untuk seorang sahabat.
Sebuah Kado Bernama “DOA”
Bulan itu kembali bertanya……
“Ya Tuhan…kenapa aku tercipta sendiri di langit ini. Kosong……hampa….gelap…tak ada teman. Hanya ada bebatu angkasa yang hilir mudik di tata surya ini.
Ya Tuhan…..aku hanya satu2nya satelit untuk bumi ini…..
Kenapa aku tidak seperti satelit milik Saturnus…atau Uranus…mereka yang berputar mengelilingi planet ini tidak sendirian…..”
1
Malam malam berjalan seperti biasa. Sudah tiga tahun lamanya sejak kulangkahkan kakiku di kota ini, kota yang tidak jauh dari tempat kelahiranku yang metropolis, kota yang selalu penuh dengan limpahan air hujan. Meski panas di siang hari tak berbeda jauh dengan teriknya kota Jakarta, tapi ketika malam tiba suasana pedalaman desa mulai terasa. Seperti malam ini dan malam-malam yang biasa kulewati, aku merasa begitu dingin dan jaket ungu kesayanganku seperti biasa menemani malam-malamku yang sunyi. Tapi ada
Tunjuk Satu Bintang
Malam malam berjalan seperti biasa. Sudah tiga tahun lamanya sejak kulangkahkan kakiku di kota ini, kota yang tidak jauh dari tempat kelahiranku yang metropolis, kota yang selalu penuh dengan limpahan air hujan. Meski panas di siang hari tak berbeda jauh dengan teriknya kota Jakarta, tapi ketika malam tiba suasana pedalaman desa mulai terasa. Seperti malam ini dan malam-malam yang biasa kulewati, aku merasa begitu dingin dan jaket ungu kesayanganku seperti biasa menemani malam-malamku yang sunyi. Tapi ada
3
IBU DALAM DOA
Dalam sebuah keheningan malam
Ia meringkuh untuk rindu yang tak pernah sirna
Tangannya terkatup pada perenungan yang dalam
Tak peduli dingin semakin menusuk bersama kelam
Dan tak pernah ada keluhan di matanya
Langganan:
Postingan (Atom)
Arsip
Penulis
About Me
Welcome Sahabat!!
Selamat datang di blog sahabat fiksi.
Situs ini berisikan tentang dunia tulis menulis fiksi.
Jangan lupa isi buku tamu disebelah kanan ===================>>>
Jangan lupa isi juga komentar di bawah tulisan..
Semoga berkenan.
Salam,
Fiksioners
Situs ini berisikan tentang dunia tulis menulis fiksi.
Jangan lupa isi buku tamu disebelah kanan ===================>>>
Jangan lupa isi juga komentar di bawah tulisan..
Semoga berkenan.
Salam,
Fiksioners
Ikuti update blog ini via email
Tulisan Terpopuler
-
DICARI NASKAH UNTUK DIBUKUKAN DI BUKU ANTOLOGI MANGGA GOLEK IMPIAN (MGI) JAKARTA oleh Mgi Clubs Jakarta pada 14 Maret 2011 jam 13:35 Assa...
-
Kami selalu menerima naskah dari penulis untuk kami terbitkan, bila naskah tersebut kami nilai memenuhi standar penerbitan kami. Namun, ma...
-
Hai feromon. Mungkin kita sudah bertemu semenjak kita sering bersama. Bercerita tentang cinta, kehidupan, apa saja disekitar kita. Bany...
-
Sahabat fiksi, berikut ini adalah daftar alamat penerbit buat karya fiksimu yang belum diterbitin. Bookmark halaman ini juga boleh. ^_^
-
Dalam rangka menyambut ulang tahun Sarikata.com yang ke-9 pada tahun 2011 ini, diadakan Lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com 201...




