You Are Reading

3

IBU DALAM DOA

miezfy Selasa, 21 Desember 2010 , ,



Dalam sebuah keheningan malam
Ia meringkuh untuk  rindu yang tak pernah sirna
Tangannya terkatup pada perenungan yang dalam
Tak peduli dingin semakin menusuk bersama kelam
Dan tak pernah ada keluhan di matanya


Di dalam sebuah sepinya sunyi…
Ia melirihkan lantunan  harapan yang membuai mata hati yang tertidur
Ia gumamkan sederet syukur di setiap hembusan nafas yang semakin lemah
Ia teteskan air mata dalam sujud ampunan untuk titipan ALLAH di pundaknya
dan ia tak pernah  lelah melakukannya

di ramainya siang…
ia masih tersadar akan sebuah kekuatan dalam ketegaran
ia menjalani hidup dengan kepasrahan dan usaha tanpa henti
ia berikan senyuman termanis dalam hari yang terberat
ia berikan ketenangan yang berarti dalam  rumitnya klise kehidupan
dan ia tak pernah  menyerah  dalam  langkahnya

dan ibu…..ia hangatkan aku dalam doanya
ia tegarkan aku dalam  langkahnya
ia angkat aku dengan tangan  rapuhnya
ia cintai aku…dengan rasa syukur nya
dan ia tak pernah  menyesal karenanya

dalam doanya….ia lahirkan aku
dalam doanya…ia warnai kehidupanku
dalam doanya…kunci kebahagiaanku
dalam doanya…ridho ALLAH bagiku

Ibuku dalam  doa…
Contoh nyata pejuang kahidupan

untuk 22 desember, dan untuk hari2ku setelahnya,
kusampaikan cintaku yang begitu dalam pada Malaikat Pelindungku

3 komentar:

bhektiayu mengatakan...

ayo pulang lagiii
hahahaha
*untung bacanya di tengah orang banyak, jadi mau nangis juga sembunyi2. hehehe

Anonim mengatakan...

sungguh untaian kata2 yang bgtu indah dan merasuk dlm setiap jiwa....sesaat jiwakupun tergerai dan...
rasa rindu pun mengalir dalam aliran darahku
ingin kusegera pulang dan memeluk tubuh renta itu
ingin menagis di panguanmu...
hinga ku tertidur dlam lelapnya kasihmu...
ingin aku curahkan segala beban yang tertingal di benak ini,,

yantae mengatakan...

ungguh untaian kata2 yang bgtu indah dan merasuk dlm setiap jiwa....sesaat jiwakupun tergerai dan...
rasa rindu pun mengalir dalam aliran darahku
ingin kusegera pulang dan memeluk tubuh renta itu
ingin menagis di panguanmu...
hinga ku tertidur dlam lelapnya kasihmu...
ingin aku curahkan segala beban yang tertingal di benak ini,,

Poskan Komentar

Harus bin wajib isi komentar.. oke.. hehe

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
Copyright 2010 FIKSI